Industri Makanan Olahan Mengalami Kenaikan Bahan Baku Secara Simultan


Dampak Kenaikan BBM Terhadap UMKM di Kabupaten Jepara (bag. 2)   Pada tanggal 17 november 2014, Presiden Joko Widodo resmi mengumumkan kenaikan harga BBM, yang dimulai tanggal 18 november 2014. Harga BBM diantaranya, premium dari harga Rp.6.500 menjadi Rp.8.500 dan solar dari Rp.5.500 menjadi Rp.7.500. Dari kenaikan tersebut, menuai banyak dampak di berbagai kalangan mulai dari kalangan mahasiswa, pengusaha meubel, pengusaha tempe, pekerja dan lain sebagainya yang ada di Kabupaten Jepara.

Industri Tempe Kenaikan harga kedelai sebagai bahan baku pembuatan tahu dan tempe membuat sejumlah produsen tahu maupun tempe disejumlah daerah kini resah. Mereka terancam bangkrut karena ongkos produksi tidak sebanding dengan harga jual tahu dan tempe. Produsen tahu dijepara  kini terancam gulung tikar. Kenaikan harga kedelai hingga 100 persen yang mencapai 7400 rupiah perkilogram terasa memberatkan mereka. Untuk mempertahankan produksinya kebanyakan produsen tahu memperkecil ukuran tahu dan mengurangi produksi.

Selain itu ada juga yang terpaksa berhutang kepada penjual kedelai. Sejauh ini pasokan kedelai di jepara masih lancar. Meskipun harga terus berubah setiap hari. Harga kacang kedelai di pasaran hingga mencapai 7600 rupiah perkilogram dari semula 4000 rupiah perkilogram. Kondisi ini membuat banyak pekerja di pabrik tahu kehilangan pekerjaan. Sementara sejumlah pengrajin tempe tetap berusaha bertahan meskipun harus mengurangi karyawan dan memperkecil ukuran tempe produksi mereka. Dampak kenaikan harga kedelai juga dialami pengrajin tahu tempe di kota-kota lain. Agar usahanya tetap bertahan, sejumlah produsen tahu tempe di jepara menyiasatinya dengan memperkecil dan mengurangi hasil produksinya. Para perajin tahu dan tempe berharap agar harga kedelai kembali normal. Pemerintah juga diminta mengawasi secara ketat peredaran kedelai agar tidak ada spekulan yang menimbunnya.

Industri Kerupuk Banyak sekali keluhan pemilik industri pembuatan kerupuk karena kenaikan harga BBM saat ini. Karena kenaikan harga BBM akan menaikkan harga bahan baku dan transportasi. Sehingga secara otomatis biaya distribusi dan produksi akan ikut naik. Dampak paling besar akan diderita oleh industri kecil seperti industri pembuatan kerupuk yang selama ini masih menggunakan BBM bersubidi hal ini berpotensi akan menurunkan volume produksi.   Penulis : Rissa Kristiana dan Fera Nofiana Mahasiswa semester 1 Prodi Akuntansi B


Admin Unisnu

Komentar