Mahasiswa Itu Harus Beretika, Kritis, Inovatif


oleh Asfiyah Ayu*

Beberapa hari yang lalu pada saat mata kuliah bahasa inggris yang diampu oleh  Bu Erlin Dwi Effendi, Dosen Universitas Nahdlatul Ulama pukul 13.00 WIB, saya melihat kondisi fisik maupun psikologis dari teman-teman mahasiswa mulai menurun. Hal ini memang rutin dialami mengingat jam-jam tersebut merupakan waktu berisitirahat karena seharian sudah disibukan dengan rutinitas jam kuliah yang sangat padat dan pada saat itu dikelas  sedang ada  tugas kelompok debat, dan  banyak dari teman mahasiswa yang menganggapnya adalah hal sangat sulit karena kita mempresentasikannya dengan menggunakan bahasa inggris, bahasa yang tidak sering kita ucapkan sehari-harinya  termasuk saya menganggapnya seperti itu, tapi pemikiran mahasiswa atau saya pun keliru. Dosen cukup mengerti dengan keadaan mahasiswanya setelah presentasi masing-masing sudah selesai teman mahasiswa mendapatkan hiburan yaitu dengan beryanyi, ini adalah salah satu cara dosen untuk mencairkan suasana, Tetapi pada saat mata kuliah yang lain yaitu pada  saat dosen mulai mengajar, tak jarang mengngobrol dengan sesama mahasiswa, menulis hal-hal aneh di kertas, dan tak jarang tertidur di kelas. Cerita singkat ini  menggambarkan bahwa ada yang keliru dari pemikiran mahasiswa tentang arti pendidikan yang sebenarnya.  untuk itu kita perlu membenahinya mulai dari sekarang yaitu dengan cara belajar  dengan tekun tidak mengobrol sendiri pada saat dosen sedang mengajar atau menulis hal-hal yang aneh dikertas, agar yang kita cita-citakan dapat terwujud karena di dalam kehidupan yang nyata yaitu didalam masyarakat  Mahsiswa memiliki peranan yang sangat besar dalam membangun bangsa dan negara  agar mampu bersaing dengan negara lain. Untuk itu mahasiswa perlu berusaha mengubah pola dan tingkah laku dirinya masing-masing ...

Mahasiswa adalah panggilan untuk orang yang sedang menjalani pendidikan tinggi di sebuah perguruan tinggi seperti pada Universitas Nahdlatul Ulama termasuk di Fakultas Ekonomi Bisnis ini. Pemikiran kritis, demokratis selalu lahir dari pola pikir para mahasiswa masa kini. Pemikiran seperti itu harus ditanamkan oleh mahasiswa dalam mengembangkan konsep pemikirannya diantaranya adalah pertama etika. Etika mengajarkan manusia untuk berbuat baik dan menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat. Selama ini, kita sebagai mahasiswa cenderung melupakan etika dan tidak pernah mengamalkan ilmu yang diperoleh agar bermanfaat untuk orang lain. Kedua logika yang mengisyaratkan tentang kepandaian mahasiswa secara akademis. Dengan logika yang baik, seorang mahasiswa mampu meraih prestasi yang dicita-citakan.

Pengembangan logika dari seorang mahasiswa cenderung diasah di bangku perguruan tinggi, tetapi dalam kehidupan bermasyarakat seakan-akan tidak diterapkan dan tidak ada sama sekali. Ketiga kreatif yang mengajarkan bagaimana mahasiswa memiliki kreativitas, inovasi, keahlian dan pengembangan  dalam menjalankan disiplin ilmu yang dimiliki, sehingga tidak menimbulkan sebuah kejumudan dalam mencari ilmu. Kampus pada prinsipnya hanya sebagai media transformasi sebuah keilmuan. Kampus bukan sebagai sumber atau gudang ilmu sehingga kalau tidak kreatif, tidak inovatif, tidak mengembangkan pembelajaran maka mustahil akan menjadi seorang ahli yang expert.

Pertanyaanya adalah apakah semua mahasiswa UNISNU memiliki pola pikiran seperti itu? Tentu jawabannya adalah tidak semua mahasiswa UNISNU memiliki pemikiran seperti itu  dan mahasiswa yang dikatakan pintar adalah mahasiswa yang memiliki etika dan kreatifitas yang baik serta mampu menerapkan ilmu dan bersikap bijaksana dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi nyatanya bukan seperti itu, mahasiswa terkadang memiliki pemikiran yang cenderung sebaliknya yaitu cenderung otoriter dan tidak mampu mengembangkan kreativitas yang dimiliki mahasiswa, padahal upaya universitas untuk memberikan berbagai macam kegiatan agar mahasiswa mampu mengembangkan pemikiannya, berfikir kritis dan inovatif.

Kegiatan-kegiatan yang disediakan tentunya merupakan wadah yang sangat bagus untuk mengembangkan bakat para mahasiswa tapi nyatanya kurang diminati oleh para mahasiswa dengan alasan takut kuliahnya terganggu, takut telat pulang, takut dan ketakutan yang menghantui. Atau bahkan sebalikanya, ogah-ogah-ogah sebab malas. Yang jelas, mahasiswa harus memiliki kreativitas dalam menjalankan disiplin ilmu yang dimiliki agar ilmu yang kita peroleh dapat bermafaatt untuk orang lain, dunia akhirat. * Mahasiswi FEB UNISNU Email  : asfiyahayu@gmail.com>


Admin Unisnu

Komentar